Didi Kempot Sang Godfather of Broken Heart

“AMBYAR tresnaku kesasar, salah nggonku milih pacar…” lantunan nada ini merupakan cuplikan lirik lagu ‘Ambyar’ karya Didi Kempot. Jika membaca kalimat tersebut sambil menyanyi, maka Kamu pasti bagian dari Sobat Ambyar.

Nah, buat Kamu yang masih penasaran bagaimana perjalanan hidup dan karir beliau, hingga bisa menjadi seseorang seperti saat ini yang begitu digandrungi anak-anak muda, mari simak uraian berikut:

Latar Belakang Pakdhe Didi

Sobat Ambyar sendiri merupakan julukan dari penggemarnya Pakdhe Didi. Belakangan ini, karyanya begitu diminati semua kalangan, mulai dari tua, muda bahkan anak-anak. Jadi, sudah pasti tahu siapa itu sosok Didi Kempot.

Kerap disapa oleh penggemarnya sebagai Pakdhe Didi atau Lord Didi ini, ternyata memiliki nama asli Dionisius prasetyo. Didi Kempot sendiri merupakan nama panggung yang berasal dari singkatan Kelompok pengamen Trotoar.

Pelantun lagu-lagu berbahasa Jawa ini memang berasal dari kota yang terkenal akan kebudayaan dan keseniannya, yakni Surakarta atau lebih dikenal dengan nama Kota Solo. Beliau lahir pada 31 Desember 1966 (usia 53 tahun).

Kehidupan Pribadi Lord Didi

Ayah seorang Didi Kempot adalah Ranto Edi Gudel yang merupakan seorang seniman juga, yakni pelawak di zamannya. Sapaan akrabnya lebih dikenal sebagai Mbah Ranto. Sosok ibunya ini bernama Umiyati Siti Nurjanah.

Beliau juga memiliki seorang kakak yang terkenal sebagai pelawak senior Srimulat, yakni Mamiek Prakoso. Lahir dikalangan keluarga seniman, membuat sosok Didi ini pun tumbuh dengan bakat alami di bidang seni.

Selain itu, beliau juga memiliki seorang istri yang bernama Yan Vellia dan diketahui lahir pada tahun 1982. Usia yang terpaut cukup jauh, yakni 16 tahun, akan tetapi membuat pasangan ini tetap terlihat kompak.

Yan Vellia, istri dari seorang Didi diketahui juga merupakan seorang penyanyi dengan genre campursari dan dangdut. Meskipun jarang diekspos ke publik, namun hubungan mereka berdua nampak serasi. Sebab beberapa kali terlihat manggung bareng alias duet.

Mereka berdua kompak untuk saling mendukung di karir masing-masing. Lagu yang terkenal dinyanyikan oleh Yan Vellia ini adalah Duda Kalimantan. Bahkan, beberapa yang sering ditampilkan merupakan karya Didi Kempot sendiri.

Liku-liku Karir Sang Lord Didi

Pakdhe Didi yang merupakan sapaan akrabnya ini, memulai karirnya di tahun 1984 sebagai pengamen atau musisi jalanan di Kota Solo. Perjalanan beliau yang sudah merasakan manis pahitnya kehidupan sering naik turun dari bis satu ke bis lainnya. Lantas bagaimana bisa sukses?

1. Tidak Lulus Sekolah

Beliau diketahui tidak lulus SMA sebab merasa lebih cocok untuk mendalami bidang seni. Sosok ayahnya pun juga menuturkan jika pendidikan tinggi bagi seniman itu tidak penting, namun yang terpenting adalah terus berkarya dan melakukan hal terbaik untuk kemampuan diri.

Setelah dua tahun hidup sebagai pengamen jalanan, Pakdhe Didi mulai mencoba untuk mengadu nasib di Ibukota Jakarta, yakni pada tahun 1987 hingga 1989. Berbekal kendang dan ukulele ia memulai karir di Kota Metropolitan tersebut.

2. Mulai Jadi Pengamen Jalanan

Bersama rekan-rekannya di sana sembari mengamen, ia mencoba untuk memulai rekaman dan menawarkan kasetnya ke beberapa produser studio musik. Di sinilah perjuangan kerasnya semakin memuncak karena usahanya terus ditolak.

Bahkan, dikatakan ia pernah merasa malu dengan pekerjaannya sebagai pengamen jalanan. Akan tetapi, tekadnya untuk menjadi seorang penyanyi lebih kuat. Jadi, beliau terus berpikir untuk tetap melakukannya asalkan masih berhubungan dengan dunia musik.

3. Mulai Dilirik Studio Musik

Keberuntungan pun mulai menghampirinya setelah dua tahun terus berusaha di Jakarta, yakni Musica Studio’s tertarik dengan rekaman yang dibawa oleh Didi Kempot. Hingga akhirnya, ia berhasil menelurkan album pertama dengan lagu yang populer hingga kini, yaitu ‘Cidro’.

Pakdhe Didi ini membuat sebuah karya-karya musik fenomenal yang hampir keseluruhannya berbahasa Jawa. Alasannya adalah, karena ia ingin budaya dan bahasa Jawa menjadi lebih dikenal ke seantero Nusantara.

4. Mulai Merilis Karyanya

Karya-karya musik yang ia hasilkan pun rata-rata bertemankan patah hati. Hal itu lantaran pengalaman pertamanya ketika membuat lagu Cidro yang ternyata populer dan begitu menyentuh, sebab menceritakan tentang dirinya dan mantan kekasih yang tidak direstui orang tua.

Mulai dari situlah ia mencoba untuk menyentuh hati pendengar dengan lagu-lagu melow-nya.  Selain itu, karya yang lainnya juga kebanyakan berjudul atau bertema tentang sebuah lokasi. Ia beranggapan, jika perasaan tersebut atau suatu tempat pasti memiliki kenangan tersendiri.

Pakdhe Didi Terkenal di Suriname

Sebagian dari masyarakat Indonesia tentu sudah tidak asing lagi dengan negara Suriname, Amerika Selatan. Yap! Di negara tersebut terkenal dengan orang-orangnya yang fasih berbahasa Jawa. Sebab, penjajah Belanda pada jaman dulu membawa sebagian orang Jawa untuk dibawa ke sana.

Jadilah mayoritas negara tersebut adalah orang bersuku Jawa asli. Oleh karena itu, pada tahun 1993 Didi Kempot kembali mencoba peruntungannya dengan mengawali karir penyanyi di negeri tersebut. Berkat lagu Cidro yang dibawakan, ia pulang ke Indonesia dengan membawa kesuksesan.

Bahkan kata beliau, jika lagu tersebut sangat populer melebihi di Indonesia, negaranya sendiri. Sejak tahun 1993 hingga 2019 kemarin terhitung sudah 12 kali ia manggung di sana. Wah salam Sobat Ambyar Suriname!

Namun sebelum pulang, ternyata di tahun 1996 ia menyempatkan datang ke Rotterdam, Belanda. Di sana ia kembali menelurkan karyanya yang fenomenal, yaitu Layang Kangen. Kemudian, akhirnya kembali ke Indonesia di tahun 1998.

Beberapa Karya Fenomenal

Setelah kembali ke Indonesia, di tahun 1999 Didi Kempot kembali membuat karya dengan judul Stasiun Balapan yang masih populer hingga saat ini. Karya-karyanya yang mengesankan membuatnya kembali populer di tahun 2000-an.

Dibuktikan di tahun 2013, ia kembali naik daun dengan karya selanjutnya yang berjudul Kalung Emas dan Suket Teki di tahun 2016. Hingga membuatnya diminati banyak kalangan terutama anak muda, bahkan memiliki sebuah fans club yang saat ini menamai diri mereka Sobat Ambyar.

Terhitung sejak awal mula karirnya, ia telah berhasil membuat sebanyak 23 album dengan lagu sekitar 700an. Album-album tersebut di antaranya:

  • Eling Kowe. Album ini dirilis di tahun 1997 oleh GP Records dengan 10 musik di dalamnya. Lagu yang menjadi populer di sini adalah Kalung Emas. Selain itu, masih terdapat beberapa lagu lagi yang cukup terkenal.
  • Sukses. Selanjutnya adalah album Sukses yang berhasil menetas pada tahun 2000 dengan label Dasa Studio. Di album ini, ia menciptakan sebanyak 14 lagu di antaranya Aku Dudo, TKI, Ngajak Balen, Jangkrik Ginggong, Janda Baru, Walang Kekek dan lainnya.
  • Emas Didi Kempot yen Ing Tawang. Nah, album yang satu juga menjadi populer dengan 12 lagu yang ia rilis. Lagi-lagi dikeluarkan oleh Dasa Studio pada tahun 2001. Wah! Keren sekali Bapak patah hati nasional ini, selisih satu tahun ia sudah merilis album baru dengan lagu-lagu campursari yang menjadi ciri khasnya.
  • Emas Didi Kempot Sewu Kuto. Masih oleh Dasa Studio dan di tahun yang sama, yakni 2002. Didi Kempot sudah merilis album barunya lagi dengan total 12 lagu. Di album ini, banyak karyanya yang menjadi fenomenal. Di antaranya adalah Tanjung perak, Sewu Kuto, Stasiun Balapan, Cidro, Lingsir Wengi.
  • Didi Kempot. Album yang ini masih dirilis di tahun yang sama yakni 2002 dengan 10 lagu yang ia telurkan. Lagu-lagu itu di antaranya Cucak Rawa, Dongane Uripku, Dudu Jodone, Ojo Sujono dan lain-lainnya.
  • King of Tembang Jawa. Album King of Temban Jawa ini kembali ia buat di tahun 2002 dengan total lagu sebanyak 18 judul. Di antaranya adalah Cinta Monyet, Jowal-jawil, Nasib, Anggar Bini dan lainnya. Wah, keren kan pakdhe satu ini, dalam 1 tahun telah sukses membuat 4 album sekaligus.
  • Hotel Malioboro. Hotel Malioboro ini ia rilis di tahun 2007 oleh Gp Records. Album berisi 10 judul lagu ini merupakan salah satu yang menunjukkan bahwa suatu tempat pasti memiliki kenangannya tersendiri bagi setiap orang.
  • Lagu Hits. Didi Kempot kembali berkarya dengan mengeluarkan album terbaru di tahun 2010 detelah 3 tahun tidak menelurkan karya. Lagu-lagu tersebut masih seputar kisah patah hati, di antaranya Jangan pernah Berkata Benci, Cintaku Jauh di Lampung, Kopi Lampung dan lainnya.
  • Emas Didi Kempot. Masih di tahun yang sama, ia meluncurkan lagi karya terbaru yang bahkan sebagiannya sering dilantukan anak-anak sekolah. Yakni, prau Layar, Rek Ayo Rek, Yen Ing Tawang, Rondo Ngarep Omah, Mari Kangen dan masih banyak lagi.
  • Didi Kempot (2010). Di tahun 2010 ini, Didi kembali membuat album ketiganya dengan lagu-lagu yang masih populer hingga saat ini. Di antaranya terdapat Prawan Kalimantan, Malioboro, Ojo Ngece, Melati Tombo Ati, Ketar-ketir, Suzana dan Mentolo.
  • Campursari in Fantasy Orchestra. Kembali di tahun 2010, ia membuat album keempatnya yang bertemakan campursari orkestra ini. 11 judul lagu yang berhasil ia gubah dan ciptakan, yakni prau layar, tanjung mas ninggal janji, goyang semarang, cucak rawa, jangkrik ginggong, lorobronto dan yang lainnya.
  • Lagu-lagu terbaik campursari. Album yang rilis di tahun 2011 ini merupakan kumpulan lagu-lagu campursarinya yang populer dengan beberapa karya baru. Di antarnya adalah sewu kutho, stasiun balapan, terminal tirtonadi, jambu alas, layang kangen, cucak rowo, eling kowe, parang tritis, plong dan sebagainya.
  • Didi Kempot Dangdut Koplo. Nah, di album yang rilis tahun 2012 ini, ia berduet dengan istrinya, Yan Vellia. Lagu-lagu tersebut adalah Sakit Rindu, Kangen, Layang Kangen, Jambu Alas, Rek Ayo Rek, Mbah Dukun, pa Rebo, Kesemsem, penganten Anyar dan masih banyak lagi.
  • Didi Kempot Get Joss. Album ini mulai diluncurkan pada 12 Agustus tahun 2012 dengan label Sandi Records. Lagu-lagunya yang fenomeal di sini adalah Kapusan, Kembang Kates, salah pentung, pantai Cing, Dimut Coro, Malundung Tarakan dan lainnya.
  • Legendari Didi Kempot Walang Kekek. Album yang satu ini dilrilis di tahun selanjutnya, yaitu tahun 2013 dengan label Dasa Studio. Lagu-lagu yang bisa dinikmati sambil santai pun di antaranya Walang Kekek, Mawar Biru, Yen Ing Tawang, Sripat Sripit dan sebagainya.
  • Legendaris Didi Kempot. Tidak pernah bosan apabila membahas tentang karya-karyanya sosok Didi. Album Legendaris Didi Kempot ini lahir di tahun yang sama, yakni 20 Lagu-lagunya di antaranya Lelo Ledung, Resepsi, Gambang Suling, Mbok Yo Mesem dan masih banyak lagi, sekitar 12an judul lagu.
  • Sukses Didi Kempot. Album ini telah selesai dibuat di tahun berikutnya, yakni 2014. Sebenarnya CD ini berisi judul-judul lagu yang sama dengan album yang sebelumnya, yakni Sukses yang dibuat tahun 200an. Hanya saja merupakan versi terbarunya.
  • Ketaman Asmoro. Selanjutnya adalah Ketaman Asmoro yang selesai diluncurkan tanggal 6 Juni 2016. Karya-karya yang berada di album ini menjadi sangat populer hingga saat ini dan tengah membawa sosok Didi naik daun. Di antaranya adalah Kalung Emas, Terminal Tirtonadi, Lingsir Wengi, Nagih Janji dan yang lainnya.
  • Kasmaran. Kasmaran dirilis pada 6 Oktober 2016 lalu setelah Ketaman Asmoro. Lagu-lagu yang bahkan sering diviralkan atau di cover penyanyi-penyanyi dangdut yang lain tersebut di antanya suket teki, Bang Jo Malioboro, Janji palsu, pamer Bojo, Banyu Langit dan sebagainya.
  • Didi Kempot Umbul Jambe. Selanjutnya adalah album ketiga yang dirilis di tahun yang sama, tepatnya pada 23 Oktober 2016. Tidak kalah dengan yang lain, lagu-lagu ini pun juga cukup populer, yakni lagu Lingso Tresno, Sewu Kutho, Ademe Kutho Malang, pantai Klayar dan lain-lain.

Beberapa Album Single dari Pakdhe Didi

Seorang penyanyi sekaligus penulis lagu ini telah sukses melestarikan lagu campursari berbahasa Jawa, bahkan sampai menyentuh hati anak-anak muda di tengah maraknya lagu-lagu asing. Karyanya sangat melegenda hingga tidak pernah usang meski jaman telah berganti.

Seorang Didi Kempot mengaku dalam membuat karya, ide-ide tersebut terkadang muncuk begitu saja saat ia sedang santai, berjalan-jalan maupun melakukan aktivitas yang lain. Wah, kalau memang sudah jenius musik, mau sedang apapun yang terpikirkan adalah nada-nada ya.

Oleh karena itu, ia juga merilis hingga sekitar 700an lagu single hingga saat ini. Jumlah yang fantastis kan? Memang, karena baginya musik adalah segalanya, hingga rela mengawali karirnya mulai dari yang paling bawah, yakni sebagai pengamen.

1. Lagu Genre Asmara

Lagu-lagu single tersebut akan dirangkum beberapa, sehingga buat Kamu yang penasaran apa saja karyanya simak penjelasan berikut:

Lagu bertema asmara yaitu, Hello Sayang, Ilang Tresnane Jatuh Cinta, Kangen Kowe, Bojo Loro, Bojo Napi, Bojo Gemati, Tali Asmoro, Cintaku Jauh di Lampung, Prawan Kalimantan, Cinta yang Sempurna, Ojo lungo, Cidro, Janda Baru, Ambyar, Sir Siran, Janji palsu dan Ketaman Asmara.

Ada juga Keloro-loro, Ngalamun, Nglanggar Janji, Ono opo Awamu, Cinta Tak Terbalas Waktu, Pancen Jodho, Pamer Bojo, Tentang Aku Kau dan Dia, Tanpo Sliramu, Prawan Kalimantan, Lingso Tresno, Tangise Ati, Ojo Sujono dan Teles Kebes.

2. Genre Cinta dan Patah Hati

Di atas hanya sebagian dari karya-karyanya yang bertemakan asmara. Masih banyak lagi yang lainnya, kemudian berikut adalah karyanya yang bertemakan suatu tempat. Meskipun begitu, semua itu masih seputar jatuh cinta maupun patah hati, yakni:

Terminal Tirtonadi, Terminal Terboyo, Tragedi Tawangmangu, Rindu Jombang, Prapatan Sleko, Pom Bensin, Pasar Klewer, Parang Tritis, Stasiun Balapan, Awu Merapi, Kangen Magetan, Kangen Bandungan, Kere Munggah Bale, Neng Ngawi, Teluk penyu dan Pager Abang.

Selain itu, ada juga Pantai Klayar, Kopi Lampung, Dalan Anyar, Dalan Tembus, Cemara Sewu, Bakso Sarjana, Jembatan Suramadu, Nunut Ngiyup, Omprengan, Sewu Kutho, Suriname, Taman Jurug, Tanjung Mas Ninggal Janji dan Tanjung perak

Mendapat Julukan Bapak Patah Hati Nasional

Didi Kempot selain merilis album-album dengan grupnya, ia juga aktif membuat banyak lagu. Karya-karyanya tersebut masih seputar tentang asmara dan sakit hati. Bahkan ia juga kerap membuat lagu yang bertemakan sebuah tempat.

Memang sangat menggambarkan sosok Didi Kempot, dimana lagunya penuh dengan penghayatan tentang sebuah cinta. Tema yang sangat cocok bagi kalangan anak-anak muda. Maka tidak heran jika tiba-tiba karyanya melejit dan populer.

Bisa dikatakan jika 2019 kemarin adalah tahunnya Didi Kempot, karena saat itu namanya sedang naik-naiknya. Ia yang dikenal sebagai “Bapak Patah Hati Nasional” pastas jika rajanya campursari ini mendapatkannya.

Sobat Ambyar Club

Karya-karyanya berbahasa Jawa namun begitu populer di semua kalangan ini membuat Didi Kempot memiliki banyak penggemar. Ia percaya, ketika berkarya dengan sepenuh hati dan tetap memegang prinsipnya untuk melestarikan budaya Jawa, maka semua itu akan memiliki penggemarnya sendiri.

1. Nama Penggemar

Terbukti ketika saat ini namanya semakin populer dan sedang naik daun, penggemarnya justru kebanyakan dari kalangan pemuda. Awalnya mereka menyebut dirinya sebagai Kempoters, namun seiring berjalannya waktu berubah menjadi sadboys dan sadgirls.

Mereka menamai dirinya seperti itu karena lagu-lagu Didi Kempot yang rata-rata bertemakan patah hati, sebuah rasa yang ia percaya semua orang pasti pernah merasakan. Bahkan dirinya sendiri pun dijuluki penggemarnya sebagai GodFather of Broken Heart atau Bapak patah Hati.

2. Sejarah Penggemar Didi Kempot

Bermula dari salah satu penggemar yang sedang menonton konsernya kala itu dengan penuh penghayatan dan memvideonya. Diketahui bernama Jarkiyo, kemudian memposting di sosial media dengan menyebut Didi Kempot sebagai bapak patah hati nasional.

Serta menamai dirinya dan teman-temannya sebagai sadboys. Sejak postingan itu, tanpa disadari telah dibagikan ke banyak orang bahkan artis twitter juga menamainya Godfather of Broken Heart. Itulah langkah awal yang membuat anak-anak muda mulai muncul sebagai penggemar.

3. Munculnya Nama Ambyar

Semenjak viralnya video tersebut mereka semakin berani unjuk gigi dan mengaku, bahwa jika datang ke sebuah acara seperti konser Didi Kempot akan berubah ketika banyak temannya dan merasakan hal yang sama (patah hati).

Setelah penggemar –penggemar tersebut menggelari dirinya sebgai sadboys untuk laki-laki dan sadgirls untuk perempuan, mereka kembali menamai keseluruhan fans club tersebut dengan julukan Sobat Ambyar.

Wah, ternyata cukup panjang juga ya perjalanan untuk penggemar seorang Didi Kempot. Bagaimana? Apakah kalian yang sedang membaca artikel ini merupakan salah satu dari Sobat Ambyar? Mari ambyar ramai-ramai!

Penghargaan Didi Kempot

Didi Kempot selain menciptakan karya dan melantunkan sendiri lagu-lagunya juga kerap kali mendapatkan penghargaan. Hasil buah karya luar biasa tersebut memberikan hasil terbaik dan terbayar kontan dengan usahanya yang penuh liku-liku.

Beberapa penghargaan tersebut di antaranya:

  • Pemenang Anugerah Musik Indonesia tahun 2001 dan menyabet gelar artis solo pria atau wanita terbaik. Selain itu, juga mendapatkan penghargaan lain, yakni sebagai penyanyi terbaik tahun 2001.
  • Didi Kempot di tahun 2002 kembali menyabet gelar pemenang di acara Anugerah Musik Indonesia 2002 dalam kategori artis solo/duo/grup/kolaborasi dan pemenang dalam kategori album terbaik.
  • Di tahun yang sama, ia kembali masuk nominasi dalam acara Anugerah Dangdut TPI tahun 2002 dan berhasil memenangkan kategori Lagu Dangdut Etnik Terbaik.
  • Kemudian, di tahun selanjutnya atau 2003 Didi Kempot memenangkan lagi di acara Anugerah Musik Indonesia 2003 sebagai Karya Produksi Tradisional Terbaik.
  • Dalam acara Anugerah Dangdut TPI, ia juga memenangkan kembali penghargaan dengan kategori yang berbeda, yakni penyanyi Rekaman Lagu Dangdut Etnik Terbaik.
  • Selanjutnya adalah di tahun 2010 setelah sekian tahun, akhirnya Didi Kempot kembali memenangkan penghargaan di acara ini sebagai Karya Lagu produksi Berbahasa Daerah terbaik.
  • Ini merupakan tahun kedua, yakni 2011 bagi Didi Kempot untuk memenangkan sebuah penghargaan di Anugerah Musik Indonesia 2011 dengan kategori yang sama, yakni sebagai pemilik Karya produksi Lagu Berbahasa daerah Terbaik.
  • Pada tahun 2013, ia juga memenangkan penghargaan di Anugerah Musik Indonesia lagi sebagai Solo, Duo/Grup Dangdut Berbahasa Daerah.
  • Terakhir, di tahun lalu 2019, ia juga memenangkan penghargaan di acara Indonesian Dangdut Award 2019 untuk penghargaan Khusus Maestro Campursari.

Maka, jika total Didi Kempot telah berhasil mendapatkan penghargaan dari beberapa acara dengan berbagai kategori berbeda. Hal ini menunjukkan kualitas dari seorang Didi, yang tidak hanya membuat karya dan mencuri hati para penggemarnya, namun juga memberikan sesuatu kualitas terbaik.

Karyanya yang fenomenal dan melegenda ini akan mendapatkan tempat tersendiri bagi masyarakat Indonesia khususnya rakyat Jawa. Sebab, berkat jasanya lagu-lagu campursari bahasa Jawa ini masih lestari bahkan begitu digandrungi anak-anak muda saat ini.

Menjadi Bintang Iklan Sebuah Produk

Selain-selain penghargaan tersebut, Didi Kempot ternyata juga pernah menjadi duta atau ikon sebuah produk maupun perusahaan. Istilahnya adalah sebagai Brand Ambassador-nya. Berikut produk-produk yang pernah ia bintangi:

  • Jamu Campursari Air Mancur, dalam produk yang terkenal di tahun 2002an, ia dikenal sebagai bintang iklannya jamu tersebut.
  • Pada tahun 2000an terdapat produk pilkita. Tenaga X Ginseng yang merupakan produk jamu dalam bentuk kapsul. Pakdhe Didi pun di tahun tersebut menjadi bintang iklannya.
  • Tahun 2017 Didi Kempot juga pernah ditunjuk sebagai Duta Kereta Api Indonesia
  • Produk mie instan, Sarimi pun pernah bekerja sama dengannya, dimana ia menjadi bintang iklannya makanan ini.
  • Jika tahun-tahun sebelumnya telah ramai blackpink dan Ronaldo menjadi Bran Ambassador dari salah satu Unicorn ini atau Shopee, maka sekarang produk lokal alias Didi Kempot mengganti kedua artis dunia tersebut sebagai bintang iklannya saat ini.

Menjadi Inspirasi Banyak Orang

Penjelasan di atas merupakan perjalanan singkat dari seorang Didi Kempot yang tidak pernah berhenti berkarya. Bahkan, banyak cuitan yang mengatakan bahwa sosok ini ‘Semakin Tua Semakin Ambyar’.

Godfather of Broken Heart ini menjadi inspirasi kaum muda untuk berkarya lebih, terutama dengan tetap menonjolkan atau bahkan ikut melestarikan budaya aslinya. Ia sangat senang apabila karya-karyanya ternyata diminati pemuda-pemudi.

Sayangnya, ia sering kecewa dan menyesali perbuatan pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang suka men-cover bahkan menggubah lagunya tanpa meminta izin. Ia sendiri sebenarnya tidak masalah asalkan meminta izin.

Terlebih jika sampai dikomersialkan, pihak tersebut akan mendapat banyak keuntungan, sedangkan dia sebagai pencipta tidak mendapat apapun. Hal ini bukan mengenai uang, akan tetapi pihak tersebut sama saja telah melakukan pencurian karya orang.

Maka dari itu, mari Sobat Ambyar untuk terus mendukung Didik Kempot melanjutkan karya-karyanya yang melegenda bahkan tidak memiliki tanggal kadaluwarsa. Sedangkan bagi penjiplak semoga saja segera menyadari akan hal ini.


DIDI KEMPOT MENINGGAL : 5 MEI 2020


 

Bagikan di :