Wisata Budaya Pura Mangkunegaran di Kota Solo

Apakah Kamu belum kenal dengan Pura Mangkunegaran? Situs ini dulunya merupakan kediaman keluarga penguasa Surakarta bernama Mangkunegara. Kini, Pura telah dibuka untuk umum dan digunakan sebagai sarana wisatawan belajar mengenal sejarah budaya Kota Solo. Jadi, apakah Kamu tertarik mencoba history travel di Pura Mangkunegaran ini?

Mengenal Pura Mangkunegaran

Pura berasal dari Bahasa Jawa Klasik yang artinya ‘istana’. Adapun istilah ini digunakan untuk menyebut kompleks bangunan tempat kediaman keluarga raja. Kota Surakarta sendiri berada di bawah naungan pemerintahan Mangkunegaran.

Pura Mangkunegaran kini terbuka sebagai tempat wisata masyarakat umum. Baik warga Surakarta maupun luar kota. Di sini, pengunjung akan diajak menyusuri sejarah kehidupan para raja dan keluarganya.

Alamat Pura Mangkunegaran

Adapun Pura Mangkunegaran ini terletak di Jl Ronggowarsito, Kelurahan Keprabon, Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta Provinsi Jawa Tengah. Apabila menggunakan transportasi kereta api, Kamu dapat turun di stasiun Jebres. Selanjutnya, naik kendaraan umum, menyewa mobil, gojek dan menuju lokasi

Jika menggunakan kendaraan pribadi, Pura Mangkunegaran ini memakan waktu perjalanan sekitar dua jam dari Jogjakarta. Kamu dapat mengakses rute dengan menggunakan aplikasi Google Maps untuk memudahkan perjalananmu.

Sejarah Pura Mangkunegaran

Pura ini didirikan oleh penguasa Mangkunegara I pada tahun 1757. Bangunan  dibuat menggunakan tata letak keraton. Yaitu terdiri dari pamedan, pendapa, pringgitan, dalem dan kaputren. Beberapa ruang tersebut kini dibuka umum untuk wisatawan.

Latar belakang pembangunan Pura ini yaitu, keputusan untuk mendirikan praja sendiri sebagaimana tertulis dalam perjanjian Salatiga. Kesepakatan tersebut akhirnya disetujui oleh Raden Mas Said (Mangkunegara I), Sultan Pakubuwono III dan perwakilan VOC di tahun 1757.

Dalam perjalanannya, Pura Mangkunegaran banyak terpengaruh oleh budaya arsitektur luar. Misalnya saja, taman kerajaan dan lantai istana yang memiliki nuansa Eropa. Meskipun begitu, pendopo utama Masjid masih bergaya asli Jawa.

Bagian-bagian Bangunan Utama Pura Mangkunegaran

Beberapa bagian dari Pura Mangkunegaran yang menjadi ciri khasnya yaitu:

1. Pendopo Utama Pura

Ketika memasuki area dalam pendopo Pura, Kamu langsung disambut oleh aula yang cukup lebar dengan warna khas Kerajaan Mangkunegaran. Tempat ini adalah pendopo agung yang fungsinya untuk menjadi tempat raja dalam mengumpulkan para rakyat atau utusan.

Di dalam sini, terdapat berbagai macam peninggalan pusaka dan gamelan milik kerajaan. Meskipun barang-barang tersebut tidak semuanya masih digunakan, namun mengetahui khazanah budaya di masa lalu tetap penting bukan? Jadi gimana? Kapan Kamu jadi main ke sini?

2. Dalem

Dalem terletak di satu ruang dengan pringgitan, akan tetapi keduanya memiliki fungsi yang berbeda. Tempat  ini digunakan oleh keluarga kerajaan untuk menerima para pejabat maupun tamu kehormatan.

Di kamar ini juga terdapat beberapa lukisan karya Basuki Abdullah. Beliau adalah seorang pelukis paling tersohor di Kota Solo. Berikut beberapa koleksi yang terdapat di Dalem Pura Mangkunegaran:

1. Topeng khas tradisional yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

2. Kitab-kitab kuno semenjak masa Majapahit dan Mataram.

3. Koleksi foto, gambar ataupun lukisan Mangkunegoro.

3. Kamar Pinggitan, Museum Koleksi Peninggalan Kerajaan

Museum ini terletak di dalam Pura dan namanya yaitu Kamar Pringgitan. Ruangan tersebut digunakan khusus untuk menyimpan barang-barang peninggalan kerajaan. Contohnya, seperti beberapa senjata yang merupakan hadiah dari negara/kerajaan lain, peralatan makan dan pernak-pernik.

Macam-macam barang ini kebanyakan terbuat dari emas dan perak. Terdapat pula mata uang kuno serta perhiasan-perhiasan antik. Kendati tidak disebut sebagai museum secara langsung, kamar pringgitan menyimpan peninggalan sejarah yang cukup banyak.

4. Perpustakaan dengan Panorama Indah

Perpustakaan ini bernama Rekso Pustaka. Namanya berasal dari Bahasa Jawa yang artinya “penjaga pustaka/hasil catatan”. Ruangan terletak di lantai dua bangunan Pura, tepat berada di atas kantor Dinas Urusan Istana.

Rekso Pustoko mulai dibangun pada tahun 1867 pada masa pemerintahan Mangkunegara IV. Kamu juga dapat membaca buku-buku berbahasa Jawa maupun catatan terkait perkebunan istana dan wilayah-wilayah kepemilikan lain.

Selain itu, juga akan ditemani sinar matahari dan panorama mempesona dari sebuah jendela besar yang terbuka lebar. Sangat mengasyikkan bukan?

Ada Apa Lagi di Pura Mangkunegaran?

Dijamin Kamu tidak akan bosan berwisata sejarah di Pura Mangkunegaran Surakarta. Selain menikmati keindahan bangunan megah yang bersejarah dalam tiap bagiannya, spot-spot keren ini juga layak untuk dikunjungi. Seperti:

1. Masjid Al-Wustho

Masjid ini dijadikan sebagai tempat ibadah keluarga Kerajaan Mangkunegaran. Baru dibuka untuk umum setelah Pura mulai ramai dikunjungi para wisatawan. Al-Wustho memiliki luas sekitar 4.200 meter persegi dan memiliki arsitektur khas Jawa.

Berbagai sisi bangunan dipenuhi dengan ornamen kaligrafi ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadist, mulai dari gapura depan hingga dinding bagian dalam. Masjid ini merupakan yang tertua di Surakarta. Pembangunannya diprakarsai oleh Pangeran Mangkunegara I.

2. Taman Cagar Alam

Pura megah Mangkunegaran juga dilengkapi dengan sebuah taman hijau yang sedap dipandang mata. Tempat ini dipenuhi dengan tanaman-tanaman kebun hias seperti pada umumnya, misalnya pohon bunga dan rumput taman.

Di taman cagar alam ini, juga terdapat beberapa sangkar burung dan patung-patung bergaya Eropa. Semuanya nampak natural nan serasi. Jalan di sekeliling taman juga telah dibuat aspal. Dilengkapi bangku-bangku yang nyaman untuk bersanda gurau.

3. Pare Anom Art Shop

Bangunan ini khusus menjual berbagai pernak pernik Mangkunegaran. Terdapat aksesoris, hiasan rumah, patung, aneka batik dan miniatur wayang kulit. Pare Anom Art Shop menyediakan kerajinan hasil produksi sendiri yang tidak dapat Kamu beli di tempat lain. Untuk lokasinya, terletak di salah satu bilik dalam Pura Mangkunegaran.

4. Letak Strategis dengan Berbagai Tempat Wisata

Keuntungan tersendiri dari berwisata di Pura Mangkunegaran adalah mudahnya akses menuju tempat-tempat strategis. Di antaranya adalah pusat belanja Pasar Ngarsopuro dan Pasar Triwindu. Selain itu, beberapa museum juga tidak jauh dari sini.

Museum-museum tersebut yaitu Pers Nasional dan Batik Danar Hadi. Kamu juga bisa mampir ke Loji Gandrung, yakni tempat penyimpanan peninggalan kerajaan terbesar pada era pemerintahan Pakubuwono IX – X.

Keistimewaan Bangunan Pura Mangkunegaran

Bangunan Pura Mangkunegaran memiliki beberapa keistimewaan. Mulai dari interior, tata letak, hingga bahan-bahan yang digunakan. Salah satunya di bagian pendopo dengan tiang-tiang terbuat dari kayu Jati asli, utuh dan tanpa menggunakan paku satupun.

Pendopo Mangkunegaran berbentuk seperti rumah adat Jawa atau biasa disebut Joglo. Alasnya terbuat dari ubin yang diimpor dari Italia. Dibuat dengan bahan kedap hawa panas dan memberi suasana asri.

Lihat juga : wisata Taman Balekambang yang mempesona

Jam Operasional dan HTM

Untuk hari Senin sampai Jumat (weekday) harga tiket masuk sebesar Rp.10.000. Sedangkan hari Sabtu sampai Minggu (Weekend) harga tiket masuk sebesar Rp.12.000 dan tutup pada hari libur nasional Adapun jam operasional wisata Pura Mangkunegaran dimulai jam 09.00 pagi sampai jam 14.00 WIB.

Bagi para pegiat sejarah, Pura Mangkunegaran tentu saja merupakan tempat yang tidak boleh dilewatkan. Selain berwisata, Kamu juga bisa belajar sejarah dan budaya secara langsung dari tempat kejadian peristiwa. Jadi Kamu mau berangkat ke sini kapan?


Bagikan di :