De Tjolomadoe, Pabrik Gula yang Disulap Jadi Tempat Wisata

Jika Kamu pergi ke Kota Solo, maka jangan lupa untuk mampir ke De Tjolomadoe. Tempat ini merupakan destinasi wisata unik yang sangat nyaman untuk berekreasi bersama keluarga. Keindahannya pada malam hari juga akan membuat pengunjung betah berlama-lama untuk berselfie ria.

Mengenal De Tjolomadoe

De Tjolomadoe merupakan sebuah tempat wisata yang berlokasi di Karanganyar, Solo. Letaknya sangatlah strategis dan hanya membutuhkan waktu 10 menit saja jika Kamu menempuhnya dari Bandara Adi Sumarmo.

Dahulunya, tempat tersebut merupakan sebuah pabrik gula yang didirikan pada tahun 1981. Namun, karena lambat laun produksinya menjadi terbengkalai, maka pihak perusahaan memutuskan untuk merubahnya menjadi destinasi wisata dan diresmikan di tahun 2018 lalu.

Sebelum peresmian, telah dilakukan beberapa kali uji kelayakan pada pabrik gula yang telah berdiri selama 158 tahun ini. Tidak heran, jika lokasi tersebut benar-benar pantas untuk dijadikan wisata cagar budaya dalam rangka memberi wawasan kepada masyarakat Indonesia.

Jam Buka De Tjolomadoe

Jika Kamu ingin berkunjung untuk mempelajari cagar budaya dan juga benda-benda antik yang dahulunya digunakan dalam industri pembuatan gula, maka datanglah ke wisata ini mulai 10 pagi hingga pukul 9 malam pada hari Selasa sampai Minggu.

Untuk Hari Senin, wisata yang sangat instagramable ini memang sengaja ditutup oleh pihak pengelola. Karena dilakukan perawatan tempat mulai dari kebersihan, pembangunan fasilitas yang rusak, serta beberapa hal lain.

Harga untuk Berwisata di De Tjolomadoe

Nah, sebelum berkunjung ke wisata ini, supaya anggaran yang akan digunakan untuk berwisata benar-benar siap, maka Kamu perlu mengetahui kisaran harga tiket di sana beserta barang-barang dan fasilitas penunjang wisata lainnya. Seperti:

1. Harga Tiket Masuk

Untuk bisa menikmati dan melihat bagian dalam wisata De Tjolomadoe, pengunjung akan dikenakan tiket masuk dengan tarif sebesar Rp.25.000,00. Ini berlaku untuk setiap orang baik dewasa maupun anak-anak di hari buka.

Harga tiket di atas tetap sama untuk hari biasa, akhir pekan, maupun saat musim liburan pada siang hingga malam hari. Untuk pemesanannya, bisa langsung membeli di loket terdekat. Sebab, tempat wisata ini melarang adanya calo nakal.

2. Harga Penginapan

Jika Kamu ingin bermalam di sekitar pabrik gula ini, maka di sana terdapat banyak jenis penginapan mulai dari hotel berbintang, losmen, hingga tempat kos karena memang lokasinya berada di tengah kota. Harganya pun bervariasi tergantung pada fasilitas yang disediakan.

  • Hotel: harga mulai dari Rp100.000,- per kamar untuk satu malam.
  • Losmen : harga mulai Rp50.000,- untuk satu kamar per malam.
  • Kos: harga mulai dari Rp 75.000,- untuk satu orang per malamnya.

3. Tarif Parkir

Pengunjung tidak perlu cemas kendaraannya akan kepanasan atau rusak, karena wisata ini telah menyediakan lahan parkir yang sangat luas khusus untuk memberikan fasilitas terbaik bagi para pengunjungnya. Adapun tarif parkir yang dipatok untuk setiap kendaraan yaitu, parkir bus Rp.25.000,-, mobil Rp.15.000,- dan motor Rp.10.000,- saja.

4. Harga Makanan

Jika ingin membeli makanan di area dalam maupun luar wisata, telah tersedia restoran yang menjual menu-menu hits masa kini. Kamu pasti akan ketagihan dengan rasa lezat serta pelayanan ramahnya. Karena cita rasa yang diberikan khusus dan khas Kota Solo.

Makanan yang disediakan di sini disajikan dengan harga mulai dari Rp.5.000,- untuk snack, minuman Rp.5.000,-, serta menu seperti halnya bakso, soto, mie ayam dan lain-lain harus dibayar dengan uang mulai dari Rp.10.000,-.

Apa Saja yang Ada di De Tjolomadoe?

Museum yang sangat atraktif ini menyuguhkan wisata penuh edukasi melalui pengenalan alat dan bagaimana proses produksi dalam hal pembuatan gula dengan menggunakan teknologi canggih.

Di sini, Kamu dibebaskan untuk bertanya seputar apapun yang ada di lokasi ini kepada para pemandu wisata. Untuk penataan ruangnya, masih disesuaikan dengan keadaan pabrik pada zaman dahulu guna mempertahankan kesan klasiknya.

Adapun alat-alat pembuatan gula yang tetap dipertahankan hingga menjadi objek wisata saat ini yakni ketel uap, mesin giling tebu, meja besar tebu dan wadah-wadah tempat penyaringan sari tebu.

Bagaimana Arsitektur De Tjolomadoe Saat Ini?

Pertama kali Kamu mendatangi tempat ini, pasti dibuat takjub serta ingin cepat-cepat berselfie di halaman depannya. Sealin cukup luas, juga disuguhkan dengan tulisan raksasa “De Tjolomadoe” yang menjadi ciri khasnya.

Di sisi lain, bangunan ini masih mempertahankan arsitektur gaya Belanda-nya dengan lantai berwarna hitam dan kuning yang akan membuat terkagum-kagum para pengunjung. Jangan lupa bawa kamera terbaik ya!

Selanjutnya, dindingnya disajikan dengan warna putih sedikit kekuningan untuk tetap mempertahankan kesan kolonial. Namun, saat ini telah diberi sedikit sentuhan artistik supaya lebih menarik jika dikaitkan sebagai tempat wisata modern.

Cerobong asap yang menjulang tinggi di atas atap gedung juga masih ada dan dipertahankan keasliannya hingga sekarang. Pengunjungnya sendiri, tiap tahunnya juga terus mengalami peningkatan.

Lihat juga :

Fasilitas Umum yang Disediakan De Tjolomadoe

Selain menyediakan tempat-tempat yang sangat menarik untuk berfoto dan belajar cara pembuatan gula. De Tjolomadoe juga menawarkan fasilitas-fasilitas umum untuk membuat pengunjung tetap nyaman saat liburan. Berikut di antaranya:

1. Toilet

Di lokasi wisata, menyediakan banyak toilet yang memungkinkan Kamu untuk mandi ataupun hanya sekedar cuci tangan dan kaki. Oh iya, menggunakan fasilitas ini tidak dipungut biaya seperser pun. Namun, setiap pengunjung diwajibkan untuk tetap menjaga kebersihannya.

2. Mushola

Saat jam sholat tiba, buat pengunjung yang ingin menjalankan ibadah sholat 5 waktu ataupun sekedar beristirahat sejenak, maka tidak usah susah-susah untuk mencari tempat. Karena telah tersedia mushola yang lumayan luas di lokasi tersebut.

Di samping itu, di sini juga disediakan alat-alat ibadah lengkap seperti halnya mukena dan sarung. Sehingga lebih memudahkan pengunjung yang tidak membawa peralatan solat mereka saat berlibur.

3. Concert Hall

Concert hall yang disediakan oleh De Tjolemadoe biasanya dimanfaatkan untuk acara-acara seperti konser musik, konferensi besar, pagelaran fashion show, pertunjukan teater, tari dan lain sebagainya.

Tempat tersebut dapat menampung pengunjung sebanyak 3.000 orang. Dengan begitu, tidak perlu merasa khawatir berdesakan. Kamu juga tak akan merasa kepanasan di sini, karena telah tersedia banyak AC yang siap membuat ruangan tetap terjaga kesejukannya.

4. Ruang Pertemuan dan Pameran

Ruang pertemuan dan juga pameran yang ada di kawasan wisata ini cukup luas, hingga bisa menampung sebanyak 1.000 orang. Biasanya, tempat ini digunakan untuk rapat kerja suatu instansi atau menggelar pameran busana dan karya seni rupa.

Nah, sekarang sudah tahu kan bagaimana seluk-beluk tempat wisata yang merupakan bekas pabrik gula itu? Yuk, mari segera agendakan untuk pergi ke De Tjolomadoe bersama keluarga atau teman-temanmu. Gunakan alternatif sewa mobil solo agar lebih leluasa mengunjungi berbagai tempat. Perlu diingat, jika Kamu menyukai kesunyian, datanglah kemari selain hari libur.

Bagikan di :