Candi Cetho, Wisata Sejarah Menakjubkan yang Wajib Dikunjungi

Jangan ngaku kalau Kamu traveller sejati kalau belum pernah mengunjungi Candi Cetho yang berlokasi di Solo Raya tepatnya di Kabupaten Karanganyar. Destinasi wisata sejarah tersebut patut untuk disinggahi dalam rangka kegiatan edukasi maupun pengenalan budaya pada generasi millenial masa kini.

Sekilas Tentang Candi Cetho

Cetho merupakan nama dari sebuah bangunan candi yang didirikan oleh kerajaan Hindhu. Letaknya berada di Dusun Cetho, Desa Gumeng, Kac. Jenawi, Kab. Karanganyar, Jawa Tengah. Untuk tiba di lokasinya, Kamu hanya memerlukan waktu sekitar 50 menit saja jika ditempuh dari pusat Kota Solo.

Sekarang, candi tersebut telah dibuka sebagai destinasi wisata menakjubkan nan indah. Ia buka setiap hari mulai dari pukul 7 pagi hingga 5 sore. Jika Kamu sedang mengunjungi saudara atau liburan ke Solo, maka jangan lupa mampir barang untuk sejenak ya.

Tempat bersejarah ini memiliki julukan “Candi di Atas Awan”, karena ia dibangun pada lahan dengan ketinggian di atas rata-rata di lereng Gunung Lawu. Selain itu, jalur ini juga digunakan sebagai alternatif sebelum sampai puncak tertinggi.

Sejarah Candhi Cetho

Pada jaman dahulu, Indonesia merupakan sebuah wilayah yang pemerintahan daerahnya dipusatkan pada kerajaan. Oleh karena itu, saat ini banyak terdapat berbagai macam situs peninggalan sejarah, salah satunya adalah Candi Cetho.

Candi Cetho ditemukan keberadaanya pada tahun 1928 masehi, setelah terdapat catatan ilmiah dari seorang peneliti bernama Van De Les, tentang indikasi ditemukannya situs bersejarah yang kini jadi primadona bagi Kabupaten Karanganyar tersebut.

Candi ini bercorak Hindhu dan diperkirakan dulunya dibangun pada akhir masa pemerintahan Kerajaan Majapahit. Ketika pertama kali ditemukan, ia masih dalam bentuk reruntuhan. Oleh karena itu, hingga saat ini telah terjadi beberapa pemugaran untuk pengembangan pembangunanya agar nampak menarik.

Harga-harga di Wilayah Candi Cetho

Agar Kamu bisa menyiapkan budget dengan matang sebelum berkunjung ke Candi Cetho, berikut ini terdapat beberapa harga yang ada:

1. Harga Tiket Masuk

Untuk bisa memasuki Area Candi, maka Kamu harus membeli tiket terlebih dahulu. Nah, soal harga, pihak pariwisata  mematoknya sebesar 7.000 rupiah saja untuk wisatawan lokal dan senilai 25.000 rupiah bagi turis asing. Cukup murah, bukan?

Harga tersebut berlaku pada hari biasa, akhir pekan dan musim liburan. Dengan biaya yang sangat terjangkau, Kamu sudah bisa lama-lama untuk selfie atau berswafoto dengan keindahan candi serta pemandangan atas awannya sambil belajar situs sejarah peninggalan kerajaan.

2. Harga Parkir

Jangan pernah khawatir akan keamanan kendaraanmu ketika berkunjung ke Candi Cetho. Di sana, tersedia lahan resmi yang cukup luas untuk memarkirkan alat transportasi para pengunjung. Selain itu, juga terdapat layanan parkir lain milik beberapa warga setempat.

Untuk harga parkir kendaraan diberikan tarif berbeda-beda tergantung dari jenis alat transportasi darat yang digunakan, dengan perincian sepeda motor 5.000 rupiah, mobil 10.000 rupiah dan bus 20.000 rupiah.

3. Harga Penginapan

Jika Kamu dan rombongan memutuskan untuk menginap di sekitaran Candi Cetho, agar bisa menikmati serta memotret sunset maupun sunrise keesokan harinya. Di sana telah tersedia banyak penginapan mulai dari losmen, kos atau rumah warga.

Susah ditemukan hotel karena memang letaknya yang cukup dalam dan merupakan daerah pengunungan. Biaya yang harus Kamu bayar untuk menginap yaitu:

  • Losmen 100.000 rupiah untuk satu kamar per malam.
  • Kos 75.000 rupiah untuk satu kamar per malam.
  • Rumah penginapan warga 000 per orang untuk satu malam.

4. Harga Makanan

Kalau perutmu tiba-tiba keroncongan karena lapar, maka berhentilah sejenak untuk membeli makanan sebelum melanjutkan perjalanan menunju lokasi. Karena lokasi inti dari Candi Cetho lumayan tinggi. Selain itu, juga pastikan kesehatanmu saat berkunjung ke sana.

Di sana, terdapat restoran serta warung-warung kecil yang menyediakan makanan berat, camilan, kue serta minuman botol, dingin, maupun panas. Soal harga, mulai dari 5.000 rupiah hingga 20.000 rupiah saja. Memang terbilang murah, mengingat wisata ini terdapat di pedesaan.

Larangan-larangan di Candi Cetho

Seperti kebanyakan situs bersejarah lainnya, Candi Cetho juga mempuyai larangan tersendiri yang tidak boleh dilakukan oleh pengunjung. Langkah ini dilakukan untuk menghindari beberapa hal yang kurang baik. Seperti:

1. Harus Mengenakan Kain Motif Kotak dan Dilarang Membuatnya Kotor

Karena Candhi Cetho saat ini masih digunakan sebagai tempat ibadah umat Hindhu, maka semua pengunjung wajib memakai kain  bermotif kotak seperti layaknya batik ketika mengunjungi kawasan Borobudur. Tapi ingat, jagalah baik-baik kain kain tersebut dan jangan sampai Kamu membuatnya kotor atau hilang.

2. Pengunjung Tidak Boleh Berpikiran Kosong

Jagalah pikiranmu agar tetap senang ketika berada di sini. Karena apa? Jika Kamu berpikiran aneh-aneh atau kosong, maka lebih mudah berpotensi untuk dimasuki makhluk gaib. Karena lokasi situs bersejarah seperti ini rawan terhadap kejadian mistis.

Usahakan semua beban pekerjaan dan hutang juga tidak terlalu difikirkan saat masuk ke lokasi ini. Karena, keadaan stress berat juga bisa berakibat hilangnya fokus diri.

Lihat juga : Indahnya wisata Tawangmangu

Tips Berwisata di Candi Cetho

Agar Kamu kuat berjalan menuju Candi Cetho dan mendapatkan manfaat saat berkunjung ke sana, maka berikut ini akan diberikan kiat-kiatnya. Seperti:

1. Jangan Lupa Membawa Minuman

Kamu jangan pernah melepaskan minuman dalam genggaman atau lupa tidak membawanya sebagai bekal perjalanan. Keberadaan air minum cukup penting untuk menghilangkan dahagamu, terlebih ketika naik di jalur wisata Candi Cetho ini.

Jangan sampai mengalami dehidrasi dan pingsan, sehingga tidak bisa melanjutkan perjalanan karena memang medanya cukup berat dan melelahkan. Apalagi untuk orang awam yang belum pernah punya pengalaman mendaki gunung.

2. Berhentilah Ketika Capek

Sama halnya dengan membawa minuman, jika Kamu sudah merasa capek sebelum sampai di lokasi, maka jangan memaksakan untuk tetap melanjutkan jalan kakimu. Bersikaplah bijak dengan berhenti sebentar, agar tubuhmu tidak lemas dan sakit setelah pulang dari sini,

Kamu juga bisa beristirahat di warung-warung kecil jalur perlintasan Candi Cetho atau duduk di bawah pohon rindah yang ada di sana.

3. Bawa Buku Catatan dan Kamera

Rugi rasanya jika mengunjungi Candi Cetho, namun tidak mempunyai dokumentasi kenang-kenangan berupa foto. Maka dari itu, bawalah kamera atau smartphone dengan kualitas baik supaya hasil fotomu terlihat menarik jika dipadukan dengan keindahan langit di atas bangunan klasik tersebut.

Di samping itu, juga bawalah buku catatan biar Kamu paham akan sejarah Candi Cetho, proses pembuatanya, serta seluk-beluknya dengan membaca catatan sejarahnya di sana. Jika ingin mengetahui  lebih detail, juga bisa bertanya pada tour guide.

Itulah pembahasan santai mulai dari sejarah hingga tips berwisata di Candi Cetho. Semoga Kamu sekalian selalu sadar buat melestarikan wisata budaya sejarah warisan nenek moyang, agar semua yang ada dalam diri bangsa Indonesia tidaklah luntur.


Bagikan di :