Mengenal Gesang sebagai Pencipta Lagu Bengawan Solo

Gesang berasal dari keluarga pengusaha, di mana saat itu kaum mereka menganggap bahwa pendidikan hanyalah aktivitas membuang-buang waktu saja dan nggak akan bisa ngasih dampak apapun terhadap nilai kekayaan seseorang, wah ngeri banget ya pola pikirnya.

Jadi, Gesang hanya bersekolah di sekolah rakyat Ongko Loro dan beliau cuma berhasil mengenyam pendidikannya sampai pada kelas lima saja. Sebelum pada akhirnya ayahnya menyuruhnya untuk keluar. Kemudian, hidupnya digunakan untuk membantu ibunya berjualan batik.

Proses Penciptaan Lagu Bengawan Solo

Kamu sudah pada tahu belum inspirasi dibuatnya lirik Bengawan Solo? Jadi, lagu ini dibuat pada tahun 1940 saat usianya masih 23 tahun. Nah, pada saat itu beliau sering banget pergi ke Bengawan Solo untuk sekedar melihat-lihat suasana damai di sana.

BACA JUGA :  Perjalanan Perjuangan Slamet Riyadi di Kota Solo dalam Kemerdekaan NKRI

Kemudian pada suatu hari, ketika Gesang diminta untuk untuk mendeskripsikan keadaan Sungai Bengawan Solo. Nah, mulai saat itu muncul ide untuk bikin bait liriknya guys. Proses penciptaannya memakan waktu yang cukup lama yaitu kurang lebih sekitar 5 sampai dengan 6 bulan.

Hingga pada akhirnya lagu itu terbit, namun pada masa awal perilisannya tidak terlalu dikenal oleh masyarakat umum. Hingga Jepang menggunakan lagu tersebut dijadikan sebagai OST film layar lebar. Nah, mulai dari situ, Bengawan Solo lebih dikenal di kancah musik internasional.

Prestasi Bengawan Solo

Lagu dengan lirik mendalam dan instrumen yang indah ini tentu saja memiliki segudang prestasi dari tahun ke tahun. Pertama, lagu ini pernah jadi sountrack film layar lebar Jepang yang pada saat itu langsung bisa jadi trending music di kawasan ASIA.

BACA JUGA :  Biografi DIDI KEMPOT, Sang Godfather of Broken Heart