Mengenal Gesang sebagai Pencipta Lagu Bengawan Solo

Kamu yang sudah akrab dengan musik kerongcong pasti udah nggak asing lagi dong dengan nama “Gesang”? Yup, pencipta lagu Bengawan Solo ini punya bakat menulis lagu yang luar biasa banget. Maka dari itu, tidak heran jika beliau dikenal sebagai maestro keroncong Indonesia.

Biografi Gesang

Buat Kamu yang belum tahu, Gesang ini punya nama lengkap Gesang Martohartono. Beliau menghabiskan waktu hidup mulai lahirnya pada 1 Oktober 1917 hingga meninggal dunia tanggal 20 Mei 2010 juga di daerah Kasunanan Surakarta atau biasa dikenal dengan Kota Solo.

Biografi asmaranya nih sekarang. Gesang dulu pernah memiliki seorang istri tepat setahun setelah lagu Bengawan Solonya diciptakan, pernikahan mereka berusia 22 tahun sebelum akhirnya bercerai pada tahun 1963 tanpa anak. Itulah yang membuat beliau hidup sendiri sampai akhir hayatnya.

Di usia senjanya, pencipta lagu Bengawan Solo ini tinggal di Jl. Bedoyo Nomor 5 Kelurahan Kemlayan. Namun, tahun-tahun sebelumnya sebenarnya beliau masih menempati rumah tinggal yang telah diberikan oleh Bapak Gubernur Jawa Tengah pada masa itu.

Fakta Unik Gesang

Meskipun beliau mendapatkan julukan sebagai “maestro keroncong Indonesia”, tapi yang namanya manusia pasti punya sisi-sisi naluriah dan mungkin saja terdengan unik, sedikit konyol ataupun tidak disangka-sangka. Berikut adalah fakta-fakta tentang pencipta lagu Bengawan Solo itu:

1. Sempat Putus Sekolah

Faktor pertama penyebab Gesang putus sekolah yaitu kondisi lingkungan Nusantara ketika itu belum merdeka. Sehingga akses para generasi serta masyarakatnya menjadi sedikit terhambat, ditambah lagi dterapkan sistem kasta yang semakin mempersulit kemajuan pendidikan di Indonesia sendiri.

Sebab lainnya adalah, karena pola pikir masyarakat pada saat itu mengatakan bahwa sekolah bukan merupakan suatu hal yang penting, hanya membuang-buang waktu dan nggak ngasih keuntungan sama sekali bagi para siswanya.

Hingga pada akhirnya, Gesang benar-benar mundur dari sekolah karena disuruh oleh sang ayah yang notabene-nya beprofesi sebagai pengusaha batik cukup besar. Beliau dengan berat hati menuruti kata ayahnya, lalu membantu mengembangkan usaha keluarga mereka.

2. Bercerai dengan Istri

Jadi Gesang ini memutuskan untuk menikah dengan sosok perempuan bernama Walinah setelah hampir satu tahun lirik lagu Bengawan Solo jadi. Saat itu, mereka tidak mendapatkan putra dari pernikahan tersebut.

Walinah ini memiliki hobi yang cukup buru dan merusak rumah tangganya, yaitu judi. Dan Gesang tampaknya sudah bener-bener nggak tahan banget sama sikap istrinya yang selalu bikin kerugian, hingga mereka kehilangan berbagai aset berharga termasuk tempat tinggal.

Kehilangan tempat tinggal, membuat Gesang sedikit sulit untuk tidur dan mencari nafkah. Namun untung saja, beliau ketemu sama mantan pembantunya dulu, orang iniah yang pada akhirnya menolong dan memberikan tumpangan serta mekanan kepada Gesang tanpa harap imbalan.

3. Belajar dari Klub Musik

Karena latar belakang pendidikannya yang putus sekolah, jadi Gesang muda menghabiskan waktu untuk membantu keluarganya mengembangkan usaha batik. Di sela-sela kesibukannya tersebut, beliau sudah terlibat dengan salah satu klub musik pecinta keroncong bernama Marko Club.

Di grup tersebutlah, Gesang memiliki bekal pengetahuan tentang musik yang cukup mumpuni meskipun pada awalnya beliau hanya bisa memainkan kunci A, C, G dan D saja dalam alat musik gitar. Tapi lambat laun kemampuannya semakin terlatih serta berkembang pesat.

Gesang dan Musik Indonesia

Biografi Gesang

Sebenarnya Gesang ini bukan pencipta lagu, awalnya beliau punya suara bagus jadi terkadang suka menyanyi lagu-lagu keroncong dan juga sering banget dapat undangan perform kecil-kecilan di acara hajatan kerabatnya. Mulai saat itulah bakat mencipta lagu keroncongnya terlihat.

Gesang membuat nama Bengawan Solo menjadi cukup populer, baik di Indonesia maupun kancah dunia. Bahkan, lagu ini juga sudah diterjemahkan ke dalam banyak bahasa karena saking bagusnya. Di samping itu, juga pernah menjadi OST dari film layar lebar Jepang.

Beliau juga memiliki julukan unik, yaitu “maestro musik Indonesia” dari masyarakat nusantara pada saat itu, kok bisa? Iya, karena Gesang lihai banget ketika bikin lagu, instrumennya bagus mudah diingat, lirik nya punya kesan mendalam dan tutur bahasa yang dipilih untuk lagu menggunakan kata sangat bagus.

Latar Belakang Pendidikan Gesang

Sebenarnya, Gesang ini tidak terlalu merasakan pendidikan formal Guys, beliau lebih sering belajar secara learn by doing pada pengalaman atau kehidupan yang menimpanya. Mungkin latar belakang itulah yang bikin beliau menjadi pribadi lebih matang dan tenang ketika berhadapan dengan apapun.

Gesang berasal dari keluarga pengusaha, di mana saat itu kaum mereka menganggap bahwa pendidikan hanyalah aktivitas membuang-buang waktu saja dan nggak akan bisa ngasih dampak apapun terhadap nilai kekayaan seseorang, wah ngeri banget ya pola pikirnya.

Jadi, Gesang hanya bersekolah di sekolah rakyat Ongko Loro dan beliau cuma berhasil mengenyam pendidikannya sampai pada kelas lima saja. Sebelum pada akhirnya ayahnya menyuruhnya untuk keluar. Kemudian, hidupnya digunakan untuk membantu ibunya berjualan batik.

Proses Penciptaan Lagu Bengawan Solo

Kamu sudah pada tahu belum inspirasi dibuatnya lirik Bengawan Solo? Jadi, lagu ini dibuat pada tahun 1940 saat usianya masih 23 tahun. Nah, pada saat itu beliau sering banget pergi ke Bengawan Solo untuk sekedar melihat-lihat suasana damai di sana.

Kemudian pada suatu hari, ketika Gesang diminta untuk untuk mendeskripsikan keadaan Sungai Bengawan Solo. Nah, mulai saat itu muncul ide untuk bikin bait liriknya guys. Proses penciptaannya memakan waktu yang cukup lama yaitu kurang lebih sekitar 5 sampai dengan 6 bulan.

Hingga pada akhirnya lagu itu terbit, namun pada masa awal perilisannya tidak terlalu dikenal oleh masyarakat umum. Hingga Jepang menggunakan lagu tersebut dijadikan sebagai OST film layar lebar. Nah, mulai dari situ, Bengawan Solo lebih dikenal di kancah musik internasional.

Prestasi Bengawan Solo

Lagu dengan lirik mendalam dan instrumen yang indah ini tentu saja memiliki segudang prestasi dari tahun ke tahun. Pertama, lagu ini pernah jadi sountrack film layar lebar Jepang yang pada saat itu langsung bisa jadi trending music di kawasan ASIA.

Selain itu, lirik lagu Bengawan Solo ini memiliki lebih dari 10 transliterasi bahasa Asing, hal ini tentu saja bikin Gesang dan masyarakat Indonesa sangat bangga. Terjemahan lirik terjadi pada bahasa Mandarin, Jepang, Jerman, Rusia dan juga bahasa Inggris.

Lagu ini juga memiliki vibe yang long lasting, hal ini terbukti kalau Bengawan Solo tidak lekang dimakan zaman. Di era millenial ini, semakin banyak yang recover lagu tersebut, salah satunya yang akhir-akhir ini sedang viral karena dinyanyikan oleh orang berkembangsaan Korea Selatan.

Itulah penjelasan tentang Gesang sebagai pencipta lagu Bengawan Solo yang legendaris dan long lasting, mulai dari sejarah penciptaan liriknya, fakta unik penciptanya, bahkan prestasi-prestasinya yang membuat Indonesia bangga memiliki sosok bergelar maestro keroncong tersebut.

Bagikan di :