Sejarah Masjid Agung Banyuwangi yang Memiliki Berbagai Keistimewaan

Masjid Agung Banyuwangi berada di kabupaten terluas di Jawa Timur, yakni Banyuwangi. Dari sekian banyak masjid yang ada di Banyuwangi, masjid inilah yang menjadi satu-satunya ikon Kabupaten Banyuwangi.

Awalnya masjid ini disebut Masjid Jami’ Banyuwangi kemudian sekarang memiliki nama Masjid Baiturrahman.Bukan hanya tergolong tua, masjid ini juga sarat akan sejarah.

Bahkan di dalamnya memiliki berbagai keistimewaan yang nyaris tidak dimiliki oleh masjid lain di Indonesia. Tentunya keistimewaan tersebut sudah melalui berbagai pemugaran masjid yang awalnya berbentuk sederhana hingga sempurna seperti saat ini.

Masjid Agung Banyuwangi

Sejarah Masjid Agung Banyuwangi

Berdasarkan surat wakaf keluarga besar Raden Tumenggung Wiraguna I atau Mas Alit, masjid ini berdiri 7 Desember 1773. Pada awalnya, masjid yang dinamai Masjid Jami’ Banyuwangi hanya dibatasi kayu seadanya.

BACA JUGA :  Sejarah Masjid Agung Bojonegoro dan Keunikan Arsitekturnya

Pada 1844, masjid ini dijadikan bangunan permanen oleh Bupati selanjutnya yakni Raden Adipati Wiryodanu Adiningrat.Kemudian oleh Bupati Djoko Supaat Slamet, pemugaran pun dilakukan.

Tepatnya tahun 1971 nama masjid berubah menjadi Masjid Agung Baiturrahman. Pemugaran terus terjadi yakni pada tahun 1969-1971. Dilanjutkan kembali perbaikan atap masjid pada 1986 oleh Bupati S. Djoko Wasito.