Apa Perbedaan Solo dan Surakarta? Berikut Penjelasannya

Solo memberikan kesan lebih nonformal serta mudah diucapkan, sebagai penyebutan para masyarakat kalangan awam dan luar daerah. Nama ini jauh lebih populer hingga digunakan dalam berbagai event. Contohnya seperti SIPA (Solo International Performing Art) dan sebagainya.

Adapun istilah ‘Surakarta’ sendiri, digunakan sebagai penyebutan nama sempalan kota pada instansi-instansi birokrasi pemerintahan setempat, seperti nama gedung dan dinas daerah. Misal contohnya SMA Negeri I Surakarta, Dinas Pemuda dan Pariwisata Surakarta dan lain sebagainya.

Selain segala yang berkaitan dengan nama instansi, Berkas-berkas penduduk seperti SIM, KTP masyarakat juga menggunakan nama Surakarta. Jadi, jangan sekali-kali mencari Dinas Pendidikan Solo ya? Sampai kapanpun tidak akan pernah ditemukan.

BACA JUGA :  Intip Berbagai Koleksi Sejarah di Museum Radya Pustaka

4. Menandai Keadaan Sosial yang Tidak Lagi Sama

Wilayah yang dahulunya merupakan Desa ‘Sala’, tidak bisa diingkari jika mengalami pergeseran kondisi daerah pasca masuknya Keraton Surakarta.

Fakta mengatakan, tempat ini telah menjelma daerah perhubungan bagi ekonomi, sosial dan politik antar provinsi yang ramai dikunjungi orang. Hal ini tentu secara revolusionis menciptakan geseran sosial dari desa Solo menuju Kota Surakarta.

5. Menjadi Nama Kota dan Karisidenan

Solo merujuk kepada nama satu desa pada masa dahulu. Sedangkan Surakarta merupakan sebuah Karisidenan yang terdiri dari wilayah Kabupaten Boyolali, Sragen, Wonogiri, Klaten, karanganyar dan Sukoharjo. Dalam hal inipun, tak jarang terjadi kerancuan. Misalnya dengan menanyakan “Oh, rumah Kamu Solo mana?” seharusnya yang benar adalah “Kamu dari Surakarta bagian mana?”.

BACA JUGA :  13 Tempat Hits di Solo yang Instagramable, Wajib Kamu Kunjungi

6. Nasib Kedua Nama yang (akhirnya) Berbeda

Sebagaimana sejarah telah menceritakan asal mula kedua nama tersebut, hari ini nasib mereka juga berbeda. Solo dianggap sebatas julukan dari mulut ke mulut, sedangkan Surakarta menjadi penyebutan yang sah, karena secara administratif tercatat sebagai bagian NKRI.

Fakta Hari Jadi Kota Solo

Meskipun Desa Sala sudah ada sebelum keluarga Surakarta hadir, namun anehnya Hari Jadi Kota Solo justru menggunakan patokan perpindahan arak-akan pasukan keraton Susuhunan Pakubuwono II (PB II) ke wilayah ini.