Apa Perbedaan Solo dan Surakarta? Berikut Penjelasannya

Sedangkan ‘Karta’ memiliki makna tenteram. Biasanya juga disandingkan dengan kata ‘Hadiningrat’ yang artinya perwujudan dari sebuah kehidupan masyarakat yang makmur, sejahtera dan harmonis.

Istilah ‘Karta’ sendiri, diangkat dari nama keraton sebelum pusat pemerintahan ini dipindahkan, yaitu Kartasura. Penggunaan kembali bagian penyebutan tersebut menjadi bentuk penghormatan sekaligus harapan akan keberkahan para leluhur Mataram masa dahulu.

Apa saja Perbedaan Solo dan Surakarta?

Kedua nama kota ini menandai sebuah sejarah alih kuasa dari satu pimpinan wilayah tersebut terhadap penguasa baru. Sampai sekarang, terdapat perbedaan yang mencolok dalam penggunaan keduanya. Berikut akan dijelaskan secara lengkap:

BACA JUGA :  9 Rekomendasi Cafe Hits di Solo yang Asik Buat Bersantai

1. Sebutan bagi Desa dan Nama Keraton

Perbedaan mendasar dari kedua istilah ini adalah substansinya. Solo atau ‘Sala’ merupakan sebutan bagi sebuah desa di wilayah Jawa Tengah. Sedangkan Surakarta merupakan nama Keraton yang di kemudian hari menduduki wilayah tersebut.

2. Dua Fase Sejarah yang Berbeda

Solo merupakan sebutan bagi sebuah desa berdasarkan ciri khasnya. Sedangkan Surakarta, menjadi nama Keraton yang pada tahun 1670 H menguasai wilayah tersebut. Jadi, kedua istilah sah saja digunakan, namun menunjukkan periodik sejarah yang berbeda.

3. Penggunaan Istilah Saat ini Mempunyai Konteks Berbeda

Di bawah ini merupakan penjelasan terperinci terkait dengan perbedaan konteks ini: