Mengenal Lirik Lagu Bengawan Solo

Tahukah Kamu ternyata lagu Bengawan Solo sudah mendunia lho?

Lirik lagu Bengawan Solo merupakan karya seorang penyanyi dan pencipta lagu kondang asal kota Solo. Dalam dunia musik Indonesia pun, maestro ini tak lagi diragukan. Bengawan Solo merupakan karya nya yang paling fenomenal

Sang Pencipta Lagu

Pencipta lagu Bengawan Solo

Lagu Bengawan Solo diciptakan oleh seorang lelaki sederhana Kota Solo sendiri, bernama Gesang Martohartono. Pria ini akrab disapa Gesang, seorang maestro keroncong yang sudah memiliki puluhan karya lagu. Pernah mendengar kan?

Pria tersebut lahir pada tanggal 1 Oktober 1917 di Surakarta Jawa Tengah. Adapun lagu ini diciptakan pada tahun 1940 ketika usianya masih 23 tahun. Sungguh, masih cukup muda bagi lagu yang mendunia.

Gesang juga pernah dinobatkan sebagai salah satu dari 25 tokoh musik besar nusantara di majalah Rolling Stones Indonesia pada tahun 2008. Ia meninggal pada tanggal 20 Mei tahun 2010 di usia ke 92 tahun.

Untuk lebih lengkapnya silahkan baca : Biografi Gesang, pencipta lagu legendaris

Sejarah Terciptanya Lagu Bengawan Solo

Ketika membincang sejarah lagu legendaris ini, Gesang mengakui bahwa lagunya murni terinspirasi dari hamparan sungai Bengawan Solo. Maklum, sebagai pemuda Kota Solo sendiri, ia bisa mengunjungi sungai tersebut kapan saja.

Ketika masih berusia 23 tahun, Gesang muda sering duduk di pinggir Bengawan ini dan mengamati bagaimana aliran sungai raksasa surut di musim panas dan meluap ketika musim hujan. Dengan begitu, terbesit sebuah nada indah.

Perenungan itulah yang memberi Gesang inspirasi untuk mengkompos instrumen lagu ini. Ia menghabiskan waktu selama enam bulan untuk menyempurnakan karyanya. Lirik demi lirik disusun rapi dan dipadukan dengan alunan musik klasik yang santuy.

Eksistensi Lagu Bengawan Solo

Sampai sekarang, Bengawan Solo masih cukup eksis dan familiar. Lagu ini tetap sering terdengar dalam berbagai acara formal sebagai pengisi acara. Selain itu, beberapa cafe klasik juga masih gemar memutarnya, terutama di kawasan Kota Solo.

Dan asal Kamu tahu, lagu ini memiliki popularitas tersendiri di negeri Jepang. Selain dikenal lewat para prajurit Jepang era penjajah, Bengawan Solo sempat juga dijadikan sebagai backsound salah satu film layar lebar di sana.

Sisi menariknya lagi, karya ini juga sudah diterjemahkan ke dalam 15 bahasa asing. Terakhir, lagu Bengawan Solo telah di cover oleh seorang profesor musik di Korea Selatan bernama Lee Jungpyo dan membuat karya Gesang semakin viral saja.

Sejarah lagu Bengawan Solo di Negeri Sakura

Sudah bukan rahasia lagi, apabila setiap telinga mendengar alunan melodi lagu Bengawan Solo akan terbuai dan ketagihan dibuatnya. Tak terkecuali para tentara Jepang yang pernah menduduki Indonesia di masa lampau dengan masa ratusan tahun.

Salah satu tentara itu adalah Toshi Matsuda, Dia berada di perairan Indonesia dan menetap di sana. Pada tahun 1947, prajurit ini pertama kali memperkenalkan lagu Bengawan Solo yang telah diterjemahkannya ke dalam bahasa Jepang.

Seperti yang diperkirakan, lagu ini berhasil menarik hati banyak masyarakat di negeri sakura tersebut. Salah satunya yaitu Miyako harumi, seorang penyanyi Jepang bersuara emas. Tidak heran jika Lagu Bengawan Solo amat familiar di sana.

Lagu Bengawan Solo dalam 13 Bahasa Asing

Satu fakta yang bikin Kamu bangga sebagai masyarakat Indonesia yaitu, ternyata lagu Bengawan Solo karya anak bangsa ini sudah diterjemahkan dalam 13 bahasa asing, bahkan ini merupakan penerjamahan yang dilakukan untuk pertama kalinya.

Lagu Bengawan Solo juga telah dinyanyikan dalam bahasa Inggris, Jepang, Cina, Perancis, Rusia, Jepang, Korea dan lainnya. Ini menunjukkan bahwa, karya Gesang merupakan salah satu warisan yang membanggakan bagi masyarakat Indonesia, khususnya warga Kota Solo.

Lirik dan Makna Lagu Bengawan Solo

Berbicara tentang makna, tentu tidak hanya sebatas tentang kata-kata saja. Terutama dalam satu instrumen lagu yang terdiri dari beberapa komposisi. Ada syair, melodi dan juga instrumen. Mayoritas orang saat mendengarkan lagu ini akan merasa kagum akan melodi manis mengalun natural bagaikan suara alam. kalau tidak percaya, Kamu harus mencobanya dan temukan keindahan tersebut.

Sebab, setiap orang punya makna dan pandangan masing-masing terhadap lagu Bengawan Solo ini. Ada yang memandangnya sebagai sebuah gambaran kepasrahan diri, maupun cerita diri Gesang sendiri. Di bawah ini merupakan tafsiran penulis mengenai lirik lagu Bengawan Solo beserta syair dan maknanya:

Wahai Bengawan Solo, tengoklah diri sendiri kini. Lihatlah  perjalanan selama ini. Kau begitu tua. Riwayat telah panjang membujur, mengaliri jalanan arus dari kota ke kota. Terus tegar, tidak pernah goyah.

Bagaimana tidak berarti bagi umat manusia, jika arus lembut itu membawakan sumber kehidupan. Kehadiran air itu dibutuhkan dan menjadi tumpuan. Kau sangat berarti bagi masyarakat banyak.

Bengawan Solo merupakan cermin kehidupan. Ia pasrahkan diri terhadap apa yang Tuhan takdirkan. Berbagai musim dan perjalanan terjal dilalui untuk terus mengemban amanah alam. Tak pernah sedikitpun menentangnya.

Bengawan Solo telah menjalani perjalanan panjang sebagaimana manusia dan dari sanalah seharusnya semua insan berkaca. Kehidupan ini akan menemukan muaranya pula pada sang Pencipta yang memiliki awal dan akhir.

Begitulah aliran sungai selalu memberikan keberkahan dan rohmat bagi sekitarnya. Di sana tempat manusia mencari nafkah untuk keluarganya. Tempat bagi para insan untuk bersua.

Mengintip Sekilas, Apa Itu Bengawan Solo?

Bagi yang belum belum pernah bermain ke perairan Solo ini, mendengarkan lagu Bengawan Solo pasti akan membuat penasaran. Apakah gerangan sesungguhnya inspirasi karya megah tersebut?

Bengawan Solo merupakan sungai paling panjang di Pulau Jawa. Aliran airnya berasal dari dua hulu, yaitu di pegunungan kidul di Wonogiri dan di Ponorogo. Adapun muaranya terletak di Gresik. Sungai ini dahulunya bernama Wuluyu atau Wulayu. Disebut juga Semangy, sumber data nama tersebut ditemukan dalam suatu naskah berbahasa Belanda pada abad ke 17.

Irama Lagu yang Menjadi Lagu Perjuangan Polandia

Irama lagu Bengawan Solo pernah menjadi lagu perjuangan bagi masyarakat Polandia pada tahun 1965. Kala itu, negeri itu tengah berjuang untuk merebut kemerdekaan tanah airnya dan karya Gesang turut andil di dalamnya.

Adapun lirik lagu nya ditulis seorang penulis pria bernama Marek Sewen dan Roman Sadowski. Selanjutnya, karya baru ini diberi judul “Kiedy Allach Szedi” dan dinyanyikan oleh Violetta Villas. Mengingat pelantun lagu ini cukup terkenal di negaranya, juga membuat lagu Bengawan Solo ini lebih mendunia lagi.

Ini merupakan satu bukti nyata bahwa melodi lagu Bengawan Solo bukanlah irama biasa. Ia mengandung kekuatan yang tersalurkan dari penciptanya kepada seluruh pendengar. Apakah Kamu sudah pernah merasakannya?

Demikian, dengan bangga artikel ini mengulas tentang lirik lagu Bengawan Solo yang legendaris. Bukan hanya bagi masyarakat Kota Solo saja, akan tetapi juga seluruh rakyat Indonesia secara umum. Jangan pernah ragu menikmati karya anak bangsa.

Bagikan di :