Mencoba Sensasi Makan di Warung Apung Rowo Jombor

Mungkin jika ada pasar di atas air, sebagian masyarakat akan menyebutkan tempatnya berada di Kalimantan Selatan, tepatnya Banjarmasin. Tapi, bagaimana bila warung apung? Tidak banyak orang tahu, ternyata tempat itu benar adanya dan dikenal dengan nama Rowo Jombor.

Sejarah Rowo Jombor

Sejarah Rowo Jombor

Dulunya, lokasi ini merupakan dataran rendah berbentuk cekungan karena dikelilingi pegunungan kapur. Selain itu, tempatnya juga sering tergenang air entah saat musim hujan maupun kemarau. Karena hal tersebut, maka warga setempat menamakannya dengan Rowo (rawa-rawa) Jombor (nama dusun).

Genangan air di sana pernah dibuat sebagai sumber irigasi perkebunan tebu. Saat Sinuwun Paku Buwono ke-X memimpin, beliau bersama Pemerintah Belanda membangun pabrik gula Manisharjo. Sehingga dibuatlah saluran sepanjang 1 km menerobos gunung dan mengelilingi rawa.

Tempatnya begitu luas, sekitar 198 ha dan kedalamannya lebih dari 4.5 m. Daya tampung airnya mencapai 4 juta kubik. Adapun tanggul yang telah dibuat sejak jaman kolonial oleh para tahanan politik di tahun 1934-1944. Bendungan itu memiliki luas 12 meter dan panjang 7,5 km.

Lokasi Rowo Jombor

Lokasi dari rawa-rawa ini berada di Dukuh (dusun) Jombor, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, kurang lebih sekitar 8 km barat laut pusat Klaten, Jawa tengah. Letaknya tidak terlalu jauh dari kota-kota besar di provinsi tersebut.

Dari Yogyakarta saja hanya perlu sekitar satu jam dengan jarak tempuh 35 km. Kalau Kota Solo sedikit jauh. Jaraknya kurang lebih 37 km bisa dengan naik motor, sewa mobil, maupun mobil pribadi. Tapi, karena keadaan jalannya teratur, jadi tidak memakan waktu lama untuk ke sana.

Rute ke Rowo Jombor

Meskipun rawa-rawa, tapi daya tarik dari Rowo Jombor sendiri telah menghipnotis banyak orang di sekitar Klaten serta seputar Jawa tengah untuk berkunjung. Kalau dari pusat kotanya, ada dua jalur yang bisa diambil, yaitu lewat Barat dan Timur.

Bila Kamu memilih lewat jalur barat, dari Klaten pusat menuju ke pertigaan Bendogantungan, Sumberejo. Ambil arah kiri sampai Desa Dangguran. Lurus, lewat Glodogan, lalu Jimbung Hingga sampai depan Rowo Jombor.

Kalau dari Kota Solo cocok lewat jalur timur. Dari Klaten pusat lewat arah stasiun sampai by pass. Ambil kanan sampai terminal yang baru dibangun. Lurus hingga Kelurahan Buntalan, lalu Jimbung dan sampai depan Rowo Jombor. Segala kendaraan bisa melaluinya, tapi paling enak naik motor.

Harga Tiket dan Jam Buka Rowo Jombor

Jangan takut akan dikenakan harga mahal kalau Kamu masuk ke wisata ini, karena dengan Rp.5.000,- saja sudah bisa menikmati indahnya pemandangan pegunungan kapur dan genangan air rawa yang tenang. Biaya parkirnya juga murah, Rp.3.000,- untuk motor serta menambah Rp.2.000,- bagi mobil.

Untuk bukanya sendiri, mulai pukul 08.00 sampai saat warung-warung tutup. Bisa jam 21.00 atau lebih dari itu. Cobalah datang ke sini saat sore sebelum matahari terbenam. Karena langitnya benar-benar indah dan terpantul di air rawa.

Tidak perlu bingung kalau datang ke sini saat libur nasional, hari Minggu atau biasa. Karena harga tiket masuk serta jam bukanya tetap sama. Jadi, bisa selalu menikmati keindahan tempat ini setiap saat Kamu mau.

Poin Menarik dari Rowo Jombor

Berikut beberapa wahana menarik yang bisa di nikmati oleh semua pengunjung:

1. Mengarungi Rowo Jombor dengan Gethek

Sudah tahu apa itu Gethek? Benda tersebut merupakan perahu tradisional yang hanya terbuat dari susunan bambu. Tidak ada pengaman sampingnya dan cocok sekali kalau digunakan untuk menyusuri rawa-rawa. Untuk menaikinya, Kamu harus berdiri sambil memegang kayu panjang.

Di Rowo Jombor terdapat beberapa wahana seperti ini yang dikelola oleh masyarakat setempat. Cukup tanyakan saja harga sewanya dan Kamu bisa menikmati sensasi mengambang di atas rawa-rawa dengan Gethek.

Namun, perlu diperhatikan agar berhati-hati saat mengoperasikan Gethek tersebut mengingat Kamu harus mendayung sambil berdiri dan tanpa adanya pelindung samping perahu. Mengingat kedalaman Rowo Jombor sendiri tidak bisa dikatakan dangkal.

2. Warung Apung Rowo Jombor

Jadi, daripada lokasi tersebut hanya digunakan sebagai gethekan (bermain sampan), maka pengelola mulai membuat daya tarik baru di sana, yaitu Warung Apung. Selain membangun kedai makan di atas permukaan air, pemiliknya juga menyediakan pemancingan.

Pemancingan di warung tersebut gratis dan Kamu bahkan bisa membawa alatnya sendiri. Jika kalau malas, dapat menyewanya dari pemilik warung. Hanya saja, bila mendapatkan ikan dari sana harus segera diserahkan ke kedai untuk dimasak karena semuanya peliharaan mereka.

Tenang saja, masakan di sini enak-enak semua dan ada beragam olahan ikan disediakan. Tidak hanya itu, di sana juga menjual menu lain seperti ayam goreng, bebek bakar dan aneka sayur. Bahkan nasi liwet khas Kota Solo pun dapat ditemui.

Lihat juga: Catering Solo

3. Orkes Dangdut di Rowo Jombor

Kalau Kamu berkunjung sini pas hari Minggu, rasanya tepat sekali. Karena, bila beruntung pengelola Rowo Jombor sering mengadakan orkes dangdut secara live. Menjadikan acara makan dan liburan lebih menyenangkan.

Pengisi acaranya pun tidak main-main. Ada beberapa artis yang pernah manggung di Rowo Jombor ini, salah satunya Didi Kempot. Sudah pasti tahu seperti apa ramainya saat itu. Om Sera juga pernah memeriahkan serta masih banyak penyanyi lain dari Kota Solo dan Yogyakarta yang berpartisipasi.

4. Bukit Sidoguro, Rowo Jombor

Tidak hanya rawa-rawanya saja yang indah, Rowo Jombor juga masih memiliki daya tarik lain, yaitu Bukit Sidoguro. Kalau Kamu naik ke sana, bersiaplah dengan kamera di tangan karena pemandangannya benar-benar membuatmu betah.

Bukit tersebut masih satu gugusan dengan perbukitan kapur yang mengelilingi Rowo Jombor. Karena lokasinya tidak setinggi gunung, seringkali orkes dangdut dilaksanakan di sini. Bahkan, hingga menyedot banyak sekali pengunjung tidak hanya dari Klaten dan Kota Solo saja.

Waktu-waktu paling ramai saat mengunjungi Bukit Sidoguro adalah ketika bulan Syawal atau seminggu setelah Lebaran. Di sana, akan ada upacara dimana orang-orang berebut mendapatkan ketupat dari gunungan.

5. Berebut Berkah Gunungan Ketupat di Rowo Jombor

Seperti yang sudah disinggung di atas, kalau selalu ada upacara di Rowo Jombor seminggu setelah Lebaran atau pada saat Hari Raya Ketupat tiba. Tujuannya, tidak lain karena ingin mendapatkan berkah maupun makanan gratis.

Di sana telah disediakan sekitar 13 sampai 20 gunungan ketupat. Tidak hanya itu, ada juga yang terbuat dari sayuran, buah-buahan, bahkan voucher dengan nominal besar, sekitar Rp.50.000,- sampai Rp.100.000,-. Lalu, semuanya akan diberi doa supaya mendapatkan berkah.

Setelah sesi berdoa selesai, tentu saja banyak orang berebut untuk mendapatkan makanan apapun di sana. Ada yang membawa pulang sayuran, buah-buahan, bahkan beberapa hanya mencari vouchernya dalam ketupat. Kalau tidak ada dibuang begitu saja.

Lihat juga : foto dalam air di Umbul Ponggok

6. Memancing di Rowo Jombor

Untuk memancing yang satu ini sedikit berbeda dari kawasan Warung Apung tadi. Kalau mendapat ikan, Kamu bisa langsung membawanya pulang dan memasaknya di rumah karena tempat tersebut milik umum.

Ikan di sana cukup banyak, karena penduduk sekitar juga terlihat memasang perangkap di sekitaran rawa. Bahkan, ada yang sengaja memodifikasi gethek dengan tempat duduk agar bisa memancing agak ke tengah.

Rowo Jombor merupakan tempat yang indah meskipun hanya sebatas rawa-rawa dan gugusan perbukitan. Alamnya masih hijau serta airnya tidak terlalu kotor. Kalau fasilitas di atas sudah memadai seperti itu, alangkah baiknya agar selalu dijaga dan tempatnya sendiri jangan dikotori.

Bagikan di :